Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kota Palangka Raya menggelar kegiatan Pendidikan Politik (Dikpol) dengan tema “Penguatan Wawasan dan Literasi Politik Publik di Era Digital”, sebagai upaya meningkatkan kesadaran politik masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital, Jum’at malam (5/12/2025).
Kegiatan ini digelar usai pelaksanaan do’a bersama Syukuran Puncak HUT Partai Golkar ke-61.
Kegiatan Dikpol tersebut menghadirkan Pengamat Politik FISIP Universitas Palangka Raya, Dr. Ricky Zulfauzan, M.I.P, yang menyampaikan materi tentang Rekonstruksi Literasi Politik di Era Digital, sementara pemateri internal disampaikan oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Palangka Raya yang juga Ketua DPRD Kota, H. Subandi, S.Sos., M.A.P, dengan fokus pada peran Partai Golkar dalam membangun kesadaran politik masyarakat.
Pada sesi penyampaian materi, Ricky Zulfauzan menekankan pentingnya kemampuan analisis politik yang tidak hanya bertumpu pada opini semata.
“Pada era digital seperti sekarang, menuntut kemampuan analisis fenomena politik yang tidak hanya berbasis pada opini, tetapi juga pada kerangka teoritis yang kuat,” ujarnya.
Selain itu, menurutnya, wawasan politik yang matang harus diimbangi antara penggunaan data empiris atau fakta digital dengan tetap berlandaskan nilai etika dan moral.
Hal ini penting agar masyarakat tidak terjebak pada pragmatisme semata.
Lebih jauh, Ricky Zulfauzan juga menyoroti tantangan besar di era disrupsi informasi saat ini, yakni bagaimana mempertahankan legitimasi di tengah gempuran arus informasi yang kerap melemahkan otoritas tradisional.
Oleh karena itu, literasi politik dinilai penting untuk membentuk masyarakat yang tetap kritis terhadap sumber kekuasaan.
“Pada era sekarang ini, yang juga menjadi tantangan adalah mempertahankan legitimasi di tengah arus informasi yang mendisrupsi otoritas tradisional. Maka dari itu, literasi politik mengajarkan masyarakat untuk tetap kritis terhadap sumber kekuasaan,” jelasnya.
Ia kembali menegaskan bahwa partai politik memiliki peran strategis sebagai sarana pendidikan politik yang efektif bagi masyarakat.
“Partai politik menjadi salah satu sarana pendidikan politik yang efektif, bukan sekadar dijadikan mesin elektoral,” tegasnya.
Sementara itu, Subandi, menekankan bahwa pendidikan politik merupakan elemen penting dalam membangun masyarakat yang sadar dan aktif secara politik.
Ia juga menyampaikan bahwa melalui berbagai program yang dijalankan, Partai Golkar Kota Palangka Raya terus berupaya meningkatkan kesadaran politik masyarakat.
Program tersebut di antaranya pelatihan dan workshop, diskusi publik, kampanye kesadaran politik, serta melalui wadah Golkar Institute.
“Dalam peranannya, Partai Golkar Kota Palangka Raya turut serta meningkatkan kesadaran politik masyarakat dan melalui pendidikan politik dapat membantu untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sadar dan aktif secara politik,” katanya.
Lebih lanjut, Subandi menjelaskan bahwa manfaat dari pendidikan politik ini di antaranya adalah meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi, tumbuhnya kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta terbukanya ruang diskusi terhadap berbagai isu strategis.
“Manfaat dari pendidikan politik ini di antaranya adalah meningkatnya partisipasi, kesadaran tentang hak dan kewajiban, serta membuka ruang diskusi tentang berbagai isu,” pungkasnya. (Ahaf)