Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) menjadi program dengan kualitas layanan publik terbaik di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dalam Survei Kepuasan Pemangku Kepentingan (SSS) Tahun 2025, ADEM mencatat skor 3,94 pada Gap Analysis, tertinggi di antara seluruh program yang dinilai. Angka ini menunjukkan manfaat program ADEM dinilai melebihi ekspektasi penerima layanan.
Capaian ini turut mendorong peningkatan kualitas layanan Kemendikdasmen secara keseluruhan. Indeks kepuasan publik nasional mencapai 88,70 dengan predikat Sangat Baik, meningkat 1,27 poin dari tahun 2024. Hasil tersebut dipaparkan PT Sigma Research Indonesia dalam pertemuan resmi bersama pejabat Eselon I dan II Kemendikdasmen, Jumat (9/1/2026).
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengapresiasi peningkatan indeks kepuasan tersebut. Ia menyebut survei ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan publik sekaligus instrumen penting untuk menjaga akuntabilitas layanan.
“Predikat sangat baik menunjukkan bahwa program Kemendikdasmen makin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun survei ini juga menjadi rujukan agar perbaikan layanan terus dilakukan,” kata Suharti.
Direktur Riset Sigma Research, Prima Ariestonandri, menyampaikan bahwa tahun 2025 pihaknya menilai 66 program unggulan Kemendikdasmen, meningkat dari 40 program pada tahun sebelumnya. Sebanyak 25 program masuk kategori Sangat Baik, sedangkan sisanya berada pada kategori Baik sesuai Permen PANRB Nomor 14 Tahun 2017.
Program dengan nilai kepuasan paling tinggi adalah Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama dengan skor 98,41. Program digitalisasi pembelajaran dan revitalisasi satuan pendidikan juga menerima penilaian positif, masing-masing dengan skor 87,72 (Baik) dan 89,80 (Sangat Baik). Digitalisasi pembelajaran bahkan dinilai bermanfaat oleh 61 persen masyarakat di daerah tertinggal.
Sejumlah program lain seperti Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Senam Anak Indonesia Hebat, Kurikulum, dan MPLS Ramah juga mendapat apresiasi tinggi, terutama dari masyarakat di wilayah tertinggal.
Unit Layanan Terpadu (ULT), sebagai pusat informasi dan pengaduan, mencatat skor 92,50 dengan predikat Sangat Baik, meningkat 0,16 dari tahun 2024. Atribut terbaik pada ULT ada pada perilaku pelaksana dengan skor 95.
Survei nasional melibatkan 9.000 responden dari 38 provinsi dan dilakukan melalui wawancara langsung serta telesurvei pada November sampai Desember 2025. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 1,03 persen.
Suharti meminta agar seluruh unit tidak berpuas diri dan tetap menindaklanjuti temuan survei secara detail.
“Fokus pada area yang masih di bawah harapan masyarakat. Harapan publik terus meningkat,” tegasnya.
Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola layanan, memperluas pemerataan layanan pendidikan, dan memastikan setiap kebijakan benar-benar menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua. (Ahaf)