Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan perombakan besar di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada pekan ini. Langkah tersebut dilakukan setelah sebelumnya merombak jajaran pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan melantik 31 pejabat pada 28 Januari 2026 lalu.
Purbaya menegaskan, perombakan di dua institusi strategis tersebut bertujuan memperbaiki kinerja penerimaan negara agar fondasi fiskal tetap terjaga.
“Kemarin saya sudah obrak-abrik bea cukai, minggu depan pajak. Jadi income akan membaik ke depan sehingga fondasi fiskal tidak bermasalah,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dikutip dari CNBC Indonedia, Senin (2/2/2026).
Ia mengatakan, peningkatan penerimaan negara dari sektor pajak dan bea cukai akan dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Uang yang diperoleh akan dipakai untuk membangun pertumbuhan ekonomi. Jadi tidak usah takut,” jelasnya.
Sebelumnya, Purbaya menjelaskan bahwa perombakan pejabat tinggi di lingkungan DJBC dilakukan untuk menutup berbagai celah kebocoran penerimaan negara yang terjadi selama ini.
Menurutnya, langkah tersebut harus diambil guna mengamankan penerimaan negara yang tinggi di tengah kebutuhan besar belanja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Bea cukai dan pajak saya tangani langsung karena itu penting untuk penerimaan tahun ini dan menekan defisit anggaran,” tegasnya.
Purbaya memastikan pengganti pejabat di lingkungan bea cukai tidak berasal dari pihak eksternal. Ia menilai, penunjukan dari luar justru berpotensi menimbulkan masalah karena tidak memahami teknis operasional.
Sebagai gantinya, ia memilih mengangkat pegawai internal yang lebih muda atau melakukan rotasi jabatan antarpejabat di lingkungan Kementerian Keuangan. (Ahaf)