Sekolah Garuda Hadirkan Pendidikan Standar Internasional di Daerah

Terbit: Februari 5, 2026

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memaparkan perkembangan pembangunan program Sekolah Garuda yang dirancang sebagai sekolah unggulan berstandar internasional di daerah. Pemerintah menargetkan Sekolah Garuda mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026.

Hal itu disampaikan Brian usai rapat kerja bersama Komisi X DPR RI. Ia menyebut, dari total rencana 20 lokasi Sekolah Garuda, tahap awal pembangunan baru dilakukan di empat daerah.

“Sekolah Garuda nantinya ada 20 tempat. Saat ini baru empat yang dibangun dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026,” ujar Brian, Rabu (4/2/2026).

Empat lokasi tahap awal pembangunan Sekolah Garuda berada di Belitung Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Konawe, Sulawesi Tenggara, serta Kalimantan Utara.

Brian menjelaskan, Sekolah Garuda dibangun di wilayah yang selama ini belum memiliki sekolah unggulan setingkat SMA. Karena itu, program ini tidak difokuskan di Pulau Jawa.

“Daerah-daerah yang belum ada sekolah unggulannya akan kita bangun. Kalau di Jawa sudah banyak, jadi tidak kita bangun di sana,” katanya.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mulai melakukan rekrutmen guru untuk Sekolah Garuda. Guru yang direkrut diharapkan memiliki rekam jejak prestasi yang baik.

Menurut Brian, guru yang ditempatkan akan mendapat tunjangan tambahan karena bertugas di daerah yang belum ramai serta menggunakan sistem boarding school.

“Kita rekrut guru-guru berprestasi. Akan ada tunjangan lebih karena ditempatkan di daerah dan menggunakan sistem asrama,” tuturnya.

Sekolah Garuda dirancang sebagai wadah pengembangan putra-putri terbaik daerah agar mendapatkan akses pendidikan berkualitas tinggi dengan standar nasional dan internasional.

“Kita ingin siswa mendapatkan pendidikan berstandar internasional agar siap masuk ke kampus-kampus top dunia,” jelasnya.

Ia juga menyebut, ke depan guru mata pelajaran di Sekolah Garuda diharapkan memiliki kemampuan bahasa Inggris, meski penerapannya akan dilakukan secara bertahap.

“Harapannya berbahasa Inggris, tapi ini bertahap melihat ketersediaan SDM,” ungkapnya.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas guru, Sekolah Garuda akan didampingi oleh perguruan tinggi terdekat. Pendampingan tersebut ditujukan untuk penguatan kompetensi tenaga pendidik.

Brian menambahkan, lulusan Sekolah Garuda akan disiapkan melalui berbagai skema, termasuk melanjutkan studi ke luar negeri atau mengikuti program double degree dengan kampus top dunia.

“Kita siapkan berbagai skenario, misalnya dua tahun di ITB dan dua tahun di MIT, sesuai arahan Presiden untuk mencetak talenta unggul daerah di bidang STEM,” pungkasnya. (Ahaf)