Migrant Center Hadir di UI, KP2MI Fokus Siapkan Skill Workers ke Luar Negeri

Terbit: Februari 3, 2026

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus memperluas pembangunan Migrant Center atau Pusat Layanan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di lingkungan perguruan tinggi. Terbaru, Migrant Center diresmikan di Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (2/2/2026).

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menegaskan kehadiran Migrant Center di kampus menjadi bentuk nyata keterlibatan dunia pendidikan dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar kerja internasional.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, kita melakukan pergeseran paradigma besar. Kita tidak lagi hanya menempatkan tenaga kerja, tetapi menyiapkan skilled workers dengan kualifikasi medium high skill,” kata Mukhtarudin.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga kerja yang mampu bersaing secara global. Melalui Migrant Center, pemerintah mendorong standarisasi kompetensi sesuai kebutuhan industri modern di luar negeri.

“Inilah jalan menuju kemandirian dan martabat bangsa di mata dunia,” ujarnya.

Mukhtarudin menambahkan, perlindungan pekerja migran harus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan riset dari kampus serta kesiapan pemerintah daerah.

“Kampus menjadi motor penggerak riset dan pelatihan, sementara pemerintah daerah menjadi garda terdepan dalam penyiapan warga,” jelasnya.

Ia menyebut sinergi tersebut turut melibatkan Pemerintah Kota Depok dan Pemerintah Kota Sukabumi untuk membangun ekosistem penyediaan tenaga kerja yang terampil dan berdaya saing global.

“Ini kerja bersama untuk memastikan perlindungan PMI dari sebelum berangkat hingga kembali ke tanah air,” pungkasnya. (Ahaf)