Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menyimpan kekayaan budaya melalui kerajinan getah nyatu, sebuah seni tangan yang memanfaatkan getah pohon nyatu sebagai bahan utama.
Kerajinan ini telah lama dibuat oleh masyarakat Suku Dayak setempat, yang memadukan kreativitas dengan kearifan lokal dalam melestarikan hutan dan lingkungan.
Salah seorang anggota Suku Dayak di Kapuas menjelaskan, pohon nyatu dipilih karena mudah ditemui dan cepat tumbuh. Dalam enam bulan, pohon nyatu dapat mencapai tinggi sekitar delapan meter dan siap dipanen getahnya. Namun, pemanenan tetap mengikuti aturan tetua adat demi menjaga kelestarian hutan.
Proses pembuatan kerajinan getah nyatu terbilang rumit. Batang pohon yang sudah dipanen dipisahkan dari kulitnya, kemudian direbus tiga kali untuk mendapatkan getah yang berkualitas. Pewarnaan menggunakan bahan alami, seperti daun-daun khas, sebelum getah dibentuk menjadi berbagai karya seni.
Bentuk kerajinan getah nyatu beragam, mulai dari perahu naga, perahu burung tingang yang menggambarkan suasana perang, hingga replika prajurit Dayak lengkap dengan cawat, mandau, dan talawang. Kerajinan ini memiliki detail tinggi dan warna cerah, sehingga cocok dijadikan pajangan atau dekorasi.
Harga kerajinan getah nyatu relatif terjangkau, berkisar puluhan hingga ratusan ribu rupiah, tergantung bentuk dan ukuran.
Kerajinan getah nyatu tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya Nusantara. Produk ini lahir dari upaya masyarakat Dayak Kapuas untuk tetap hidup harmonis dengan alam, sambil melestarikan identitas budaya lokal.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kapuas, kerajinan getah nyatu menjadi oleh-oleh khas yang menarik untuk dibawa pulang. (Ahaf)